Di Semarang keberadaan anak jalanan diperkirakan telah muncul sejak periode 1980an bersamaan dengan munculnya di Medan, Malang, dan Surabaya. Jumlah anak jalanan sendiri selalu mengalami peningkatan.
Karena tidak ada data resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah maka data yang ada diperoleh dari kelompok-kelompok ornop yang melakukan penelitian terhadap anak jalanan.
Read More......
Jumat, 13 Juni 2008
Jumat, 11 April 2008
Slank menggayang Koruptor lewat lagu di marahi DPR.......(Posting dari SARI-Solo)
(diposting di milis: prm_ind@yahoogroups.com)
Gerakan anti korupsi kini juga dilakukan oleh kelompok musik, seperti SLANK yang beberapa waktu lalu sempat manggung di KPK untuk menyuarakan anti korupsi. Namun upaya yang dilakukan ini, ternyata sudah mendapat perlawanan dari DPR. Tentu, apa yang dilakukan oleh Slank harus juga kita dukung, sehingga proses perlawanan anti korupsi tidak dimatikan oleh DPR.
Read More......
Gerakan anti korupsi kini juga dilakukan oleh kelompok musik, seperti SLANK yang beberapa waktu lalu sempat manggung di KPK untuk menyuarakan anti korupsi. Namun upaya yang dilakukan ini, ternyata sudah mendapat perlawanan dari DPR. Tentu, apa yang dilakukan oleh Slank harus juga kita dukung, sehingga proses perlawanan anti korupsi tidak dimatikan oleh DPR.
Rabu, 02 April 2008
PEMBANGUNAN REAKTOR NUKLIR DI SEMENANJUNG MURIA
versi cetak tulisan ini ada di harian Kompas Jawa Tengah tanggal.............2004 (saya cek lagi korannya, lupa)
Oleh: T DENNY Septiviant – mahasiswa di Program Magister Lingkungan dan Perkotaan UNIKA Soegijapranata - Semarang
Secara diam-diam, usaha pemerintah Indonesia membangun proyek PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) berjalan terus. Bahkan studi kelayakan sudah berjalan dan konon sudah final. Tim Nasional yang bekerja sejak tahun 2001 menyimpulkan, PLTN harus mulai dibangun pada tahun 2010 dan diharapkan beroperasi tahun 2016 (Kompas, 18 Mei 2004). Tim Nasional ini beranggotakan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Aton NAsional (BATAN), dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang energi. Tim ini bertugas mengkaji beberapa aspek kesiapan pembangunan PLTN. Diantaranya menyangkut aspek teknologi, SDM, ekonomi, sosial budaya, dan faktor kedaruratan alam yang mungkin terjadi. Konon kabarnya pula, lokasi yang ditetapkan paling memungkinkan berada di Ujung Lemah Abang, Ujung Watu, dan Ujung Genggengan, Kecamatan Bangsri dan Keling, Jepara-Jawa Tengah.
Kamis, 27 Maret 2008
Review atas Raperda Kemiskinan Kota Semarang
Review atas dokumen Raperda Kemiskinan yang saat ini sedang dibahas DPRD Kota Semarang
oleh: Perhimpunan Perdikan
I. Dasar Pemikiran
Kemiskinan senantiasa menjadi masalah di dunia dan umumnya terjadi di Negara dunia ketiga seperti Indonesia. Oleh sebab itu maka di dalam konstitusi Negara Republik Indonesia dimandatkan agar masyarakat dan bangsa Indonesia sejahtera kehidupannya (lihat pembukaan UUD 1945).
Upaya penanggulangan kemiskinan dengan demikian menjadi salah satu program penyelenggara negara yang pokok. Terlebih dalam kerangka dunia melalui kerja sama antar negara melalui PBB telah dicanangkan tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) yang salah indikatornya adalah turunnya jumlah rakyat miskin secara signifikan dan bertahap.
Read More......
oleh: Perhimpunan Perdikan
I. Dasar Pemikiran
Kemiskinan senantiasa menjadi masalah di dunia dan umumnya terjadi di Negara dunia ketiga seperti Indonesia. Oleh sebab itu maka di dalam konstitusi Negara Republik Indonesia dimandatkan agar masyarakat dan bangsa Indonesia sejahtera kehidupannya (lihat pembukaan UUD 1945).
Upaya penanggulangan kemiskinan dengan demikian menjadi salah satu program penyelenggara negara yang pokok. Terlebih dalam kerangka dunia melalui kerja sama antar negara melalui PBB telah dicanangkan tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) yang salah indikatornya adalah turunnya jumlah rakyat miskin secara signifikan dan bertahap.
Read More......
Jumat, 04 Januari 2008
MEMBEBASKAN KATAK DALAM TEMPURUNG:MEMBONGKAR LOGIKA PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL DI INDONESIA
Oleh: T Denny Septiviant1
Indonesia memiliki Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Perlindungan Alam seluas 23.214.626,57 hektar, dimana sebagian besarnya merupakan Taman Nasional. Konsep pengelolaan Taman Nasional sangat sentralistik dan kerap mengabaikan keberadaan masyarakat adat/lokal yang justru telah hidup di kawasan-kawasan tersebut secara turun-temurun, dari generasi ke generasi. Hal inilah yang menjadi titik terjadinya konflik kepentingan antara kepentingan konservasi dan kepentingan rakyat.2
Read More......
Langganan:
Postingan (Atom)
Denny Septiviant, warga Semarang yang gemar jalan, memotret dan mengamati sekitar
